Kamis, 25 Maret 2010

ABANDA PENYELAMAT PERSIJA


Di bawah dukungan penuh pendukungnya, Persija Jakarta hanya bisa bermain imbang 2-2 melawan Persib Bandung di lanjutan ISL 2009-2010, Kamis 25 Maret 2010. Bertanding di Stadion Gelora Bung Karno Senayan, dua gol Persib diborong Crhristian 'El Loco' Gonzales di menit 59 dan penalti di menit 86.

Sedangkan Persija berhasil menyamakan kedudukan lewat Aliyudin di menit 76 dan Abanda Herman di menit 90. Empat gol ini tercipta lewat pertandingan dramatis dan keras.

Setelah bermain imbang 0-0 di babak pertama, kedua tim mulai bermain terbuka di paruh kedua. Hasilnya sangat memuaskan, sebab empat gol terjadi di babak tersebut. Dimulai dari gol El Loco di menit 59.

Pemain gempal itu berhasil menyambar umpan dari Airlangga yang menusuk sisi kiri pertahanan Persija. Tanpa ampun, sontekan keras El Loco bersarang di pojok kiri jala tim Macan Kemayoran. Terlecut dengan gol itu, Persija kembali ngotot menyerang pertahanan tamunya.

Akhirnya Aliyudin berhasil menyamakan kedudukan di menit 76. Striker gondrong ini mengambil umpan Serge dengan sundulan. Kiper Markus Horison yang sudah mati langkah hanya bisa pasrah saat bola masuk ke jalanya.

Namun masuk menit 84, muncul bencana bagi Persija. Kapten Ismed Sofyan menyentuh bola di kotakpenalti. Wasit pun langsung menunjuk titik putih. El Loco yang ditunjuk sebagai algojo kembali sukses membungkam fans Persija di SUGBK.

Ketika nampaknya kemenangan Persib sudah di depan mata, Ismed membayar kesalahannya. Di menit akhir babak kedua, sang Kapten memberi umpan lewat tendangan bebas. Bola disambut Abanda Herman yang melesakkan bola ke jala Maung Bandung.

Pendukung Persija yang memenuhi SUGBK pun riuh dengan teriakan suka cita. Sebab gol itu menyamakan kedudukan 2-2 dan menghindari Persija dari kekalahan.

Namun, hasil imbang ini tidak merubah kedudukan kedua tim di klasemen sementara. Persija duduk di posisi enam dengan 36 poin. Sedangkan Persib juga tertahan di peringkat empat dengan 43 poin.

Skuad Kedua Tim

Persija: Roni Tri; Baihakki, Abdana, Leonard, Ismed, Erick (Abdou Toure '62); Fahrudin, Firman, Ilham; Aliyudin, Bambang (Serge '66)

Persib: Markus; Nova, Maman,Rene; Hariono, Atep, Wildansyah, Eka (Munadi '71), Satoshin; Gonzales, Airlangga (Budi'77)

Selasa, 23 Maret 2010

KABAR BAHAGIA UNTUK JAKMANIA


Partai "Klasik" antara Persija Jakarta vs Persib Bandung yang rencananya akan digelar di Stadion GBK Senayan Jakarta pada tanggal 25 Maret 2010 nanti menurut informasi yang diterima Jak Online dari Pihak Manajemen Persija telah mendapatkan ijin lisan dari pihak Kepolisian dengan opsi boleh dihadiri penonton/supporter Persija, sementara untuk supporter Persib tidak diperkenankan hadir di GBK pada pertandingan nanti.
Kick off pertandingan ini akan dimulai sekitar pukul 16.00 karena akan disesuaikan jadwalnya dengan rangkaian mata acara HUT ANTV yang tepat pada tanggal 25 Maret 2010 dan akan menyiarkan partai ini secara LIVE sebagai program unggulan dalam meramaikan HUT ANTV. salam JT.

HAMBATAN PERSIJA JAKARTA


Persija Jakarta diklaim bermasalah dengan kondisi mental amunisinya menjelang bentrok klasik kontra Persib Bandung, Kamis (25/3). Macan Kemayoran mengharap dukungan penuh The Jakmania.

Hingga kini trauma Persija belum sepenuhnya hilang. Ini adalah imbas vonis Komdis PSSI yang memberikan kemenangan cuma-cuma bagi Persiwa Wamena dengan skor 0-3. Keputusan itu diketok sebagai jawaban atas kegagalan panitia pelaksana (panpel) menggelar home ke-11 Macan Kemayoran tersebut.

Beban Bambang "Bepe" Pamungkas dkk bisa menjadi berlipat seandainya komdis tetap memberlakukan kebijakan pengurangan tiga angka.

”Pemain masih kecewa. Mereka belum bisa melupakan keputusan WO (walk out) yang diberikan. Situasi ini tidak menguntungkan mengingat calon lawan berikutnya. Kami sedang berupaya mengembalikan kekuatan mental pemain,” ungkap Asisten Manajer Persija Ferry Indra Syarief kemarin.

Kekhawatiran manajemen sudah terbukti pada home ke-12 Macan Kemayoran. Ditambah tunggakan gaji dua bulan terakhir, mereka ditaklukkan Persipura Jayapura dengan skor 0-2, Selasa (16/3). Bambang Pamungkas dkk terdampar di setrip keenam dengan nilai 35 dari 22 pertandingan. Terpaut lima angka dari Sriwijaya FC yang berada di atasnya, tapi sudah menjalani 24 laga.

Ferry menambahkan, fokus pemain belum sepenuhnya pulih. ”Konsentrasi pemain saat ini sedang buyar. Takutnya mereka terlambat bangkit. Kami tidak ingin kejadian seperti musim lalu terulang. Khusus gaji, akhir bulan ini APBD akan cair. Kemungkinan cair Rp20 miliar, tapi terbagi minimal dua termin,” lanjutnya.

Bepe dkk musim lalu akhirnya terpental dari jalur juara Djarum Indonesia Super League (DISL). Imbas pencekalan izin home Macan Kemayoran karena agenda pemilu. Beban menjadi berlipat karena mereka harus mengejar defisit 16 angka dari pemuncak klasemen saat itu, Persipura, meski menyisakan lima laga.

”Pemain mulai bertanya, mau bermain di mana untuk laga Rabu besok. Kami berharap bisa bermain di Jakarta, kalau bisa dengan penonton. Pemain butuh dukungan penuh suporter. Situasi ini yang nantinya membuat Persija tetap unggul dari Persib,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Panpel Persija Zainul Arifin menyatakan, rapat koordinasi dengan Polda Metro Jaya akan digelar kembali hari ini. Panpel yakin 90% izin akan diberikan plus status dengan penonton. Namun, mereka tetap menolak kehadiran pendukung Persib.

”Kami optimistis izin normal akan keluar di SUGBK. Peluangnya sangat besar. Tapi, kami tidak akan memberikan kuota bagi Viking. Takut terjadi apa-apa,” pungkasnya. [wahyu argia/sindo]

VIKING TIDAK BOLEH DATANG


VIVAnews - Persija akan berhadapan dengan musuh bebuyutannya Persib dalam lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010, Kamis, 25 Maret 2010. Duel ini dipastikan tanpa dihadiri pendukung setia tim tamu, Bobotoh.

Juru bicara Panitia Pelaksana (Panpel) Persija, Reza Khan mengaku telah mengantongi izin lisan dari pihak kepolisian untuk duel Persija vs Persib. Namun pertandingan ini hanya boleh dihadiri oleh suporter tuan rumah saja, The Jakmania.

"Surat izin tertulisnya baru akan kami urus sore ini setelah kami bertemu dengan wadir intelkam Polda Metro Jaya," kata Reza saat dihubungi VIVAnews, Senin, 22 Maret 2010.

"Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pihak kepolisian melarang suporter tim tamu untuk hadir dalam pertandingan ini," tambahnya.

Duel Persija vs Persib sendiri akan digelar sore hari dan rencananya akan disiarkan langsung oleh antv. Namun menurut Reza, duel ini akan digelar setengah jam lebih lama dari jadwal biasanya.

"Karena bertepatan dengan ulangtahun antv, pertandingan juga akan digelar mulai pukul 16.00 WIB," beber Reza.

Rivalitas Persija dan Persib bukan hal baru lagi di pentas sepakbola nasional. Persaingan ini tak hanya terjadi di lapangan saja. Di luar lapangan, suporter kedua tim juga terkenal tidak akur.

Biasanya, saat Persija bertandang ke kandang Persib, suporter The Jakmania akan menahan diri untuk tidak berangkat. Begitu juga sebaliknya, Bobotoh tidak akan menampakkan batang hidungnya bila Persib bertanding di Jakarta.

"Kalau memang ada simpatisan Persib yang ingin menonton, kami harap tidak menggunakan atribut. Ini untuk kelancaran pertandingan juga," pungkas Reza.

Minggu, 21 Maret 2010

KABAR PENTING...........!!!!!!


Gw bru dpt kbr dri tmn gw nak the jak ciawi
nih numb'a 085718235861


ktanya klo persija vs persib maen
vikjing bogor akan datang dgn jumlah 5 org tanpa atribut k snayan
dan mreka duduknya di vip
dan mreka jga bakalan jdi provokator untuk ngancurin kita
jadi gw mohon kalian berhati2 lah


SEBARKAN PESAN INI KE YANG LAIN BIAR PADA TAU SEMUA
THE JAK MANIA JANGAN SAMPAI TERBELAH DUA

Sabtu, 20 Maret 2010

HARAPAN BARU PANPEL PERSIJA


Panpel Persija juga mengaku punya harapan baru dengan batalnya Obama ke Indonesia. Menurut juru bicara panpel Persija, Reza Khan, rencana kunjungan Obama sempat membuat mereka kesulitan untuk mendapat izin pertandingan lawan Persib, 25 Maret 2010.

"Pihak kepolisian sebelumnya mengatakan tak akan mengeluarkan izin pertandingan lawan Persib seandainya Obama jadi datang. Namun kami akan berkoordinasi lagi untuk memastikan izin lawan Persib," kata Reza.

"Batalnya Obama kami pikir akan membawa pengaruh positif bagi keluarnya izin dari kepolisian. Mudah-mudahan, besok (Sabtu, 20/03) atau Senin (22/3) sudah kami sudah dapat kepastiannya," pungkas Reza.

Jumat, 19 Maret 2010

PEMAIN PERSIJA JAKARTA PERTANYAKAN GAJI...???

Pemain-pemain Persija Jakarta kembali gelisah. Pasalnya, manajemen Macan Kemayoran tak kunjung membayar gaji mereka selama dua bulan belakangan ini.

"Pemain memang mempertanyakan gaji mereka mengapa belum turun. Namun kami sudah menjelaskan, kalau manajemen akan segera melunasinya," kata Asisten Manajer Persija, Ferry Indrasyarief saat dihubungi VIVAnews, Kamis 18 Maret 2010.

Menurut Ferry, manajemen memang masih menunggak gaji untuk Februari dan Maret. Namun, mantan pentolan The Jakmania itu membantah kondisi ini telah mempengaruhi penampilan Persija saat menjamu Persipura, Selasa 16 Maret 2010.

Dalam duel ini, Persija yang bertindak sebagai tuan rumah kalah 0-2. Kedua gol dicetak oleh Alberto 'Beto' Goncalves dan Boaz Solossa.

"Sebelumnya pemain juga pernah berada dalam kondisi seperti ini. Manajemen pasti akan melunasinya, dan pemain sudah mengerti akan hal itu," beber Ferry.

Mengenai kekalahan dari Persipura, Ferry mengaku pihaknya telah melakukan evaluasi. Setidaknya ada dua faktor utama yang memicu penampilan buruk Bambang Pamungkas cs kala itu.

Pertama adalah absennya gelandang serang Firman Utina. Mantan pemain Pelita Jaya itu merupakan pengatur serangan Macan Kemayoran.

Sedangkan faktor kedua adalah hilangnya semangat tanding para pemain setelah batal bertemu dengan Persitara Jakarta Utara, Minggu 7 Maret 2010, dan Persiwa Wamena, Sabtu 13 Maret 2010.

"Sebelum menghadapi Persipura, pemain selalu menanyakan pertandingan ini jadi apa tidak. Mereka kelihatan sudah kehilangan mood sebelum bertanding," pungkas Ferry.

Kamis, 18 Maret 2010


PERSIJA JAKARTA KALAH WO DARI PERSIWA WAMENA.

Pada tanggal 17 maret 2010, BLI mengumumkan bahwa PERSIJA JAKARTA di nyatakan kalah WO atas tamunya PERSIWA WAMENA. Panpel PERSIJA JAKARTA pun terkena denda sebesar 25 juta rupiah oleh BLI.
Kabar kekalahan W.O (Walk Out) yang diderita oleh Persija atas lawannya Persiwa Wamena akibat panpel Persija yang dianggap lalai tidak dapat menggelar pertandingan tersebut sudah tersiar melalui beberapa media di ibukota baik elektronik maupun cetak.

Rabu, 17 Maret 2010


SEJARAH THE JAKMANIA


The Jakmania berdiri sejak Ligina IV, tepatnya 19 Desember 1997. Markas dan sekretariat The Jakmania berada di Stadion Menteng. Setiap Selasa dan Jumat merupakan rutinitas The Jakmania baik itu pengurus maupun anggota untuk melakukan kegiatan kumpul bersama membahas perkembangan The Jakmania serta laporan-laporan dari setiap bidang kepengurusan.

Tidak lupa juga melakukan pendaftaran bagi anggota baru dalam rutinitas tersebut. Ide ini muncul dari Diza Rasyid Ali, manajer Persija waktu itu. Ide ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Sebagai pembina Persija, memang Bang Yos (sapaan akrabnya)sangat menyukai sepakbola. Ia ingin sekali membangkitkan kembali sepakbola Jakarta yang telah lama hilang baik itu tim maupun pendukung atau suporter.

Pada awalnya, anggota The Jakmania hanya sekitar 100 orang, dengan pengurus sebanyak 40 orang. Ketika dibentuk, dipilihlah figur yang dikenal di mata masyarakat. Gugun Gondrong merupakan sosok paling ideal disaat itu. Meski dari kalangan selebritis, Gugun tidak ingin diberlakukan berlebihan. Ia ingin merasa sama dengan yang lain.

Pengurus The Jakmania waktu itu akhirnya membuat lambang sebuah tangan dengan jari berbentuk huruf J. Ide ini berasal dari Edi Supatmo, yang waktu itu menjadi Humas Persija. Hingga sekarang, lambang itu masih dipertahankan dan selalu diperagakan sebagai simbol jati diri Jakmania.

Seiring dengan habisnya masa pengurusan, Gugun digantikan Ir. T. Ferry Indrasjarief. Ia lebih akrab disapa Bung Ferry. Masa tugas Bung Ferry adalah periode 1999-2001 dan kembali dipercaya untuk memimpin The Jakmania periode 2001-2003, 2003-2005.

Lelaki tinggi, tampan dan sarjana lulusan ITI Serpong inilah yang memimpin The Jakmania hingga 3 periode. Dibawah kepemimpinan Bung Ferry yang juga pernah menjadi anggota suporter Commandos Pelita Jaya, The Jakmania terus menggeliat. Organisasi The Jakmania ditata dengan matang. Maklum, Bung Ferry memang dibesarkan oleh kegiatan organisasi. Awalnya, sangat sulit mengajak warga Jakarta untuk mau bergabung.

Beruntung, pengurus menemukan momentum jitu. Saat tim nasional Indonesia berlaga pada Pra Piala Asia, mereka menyebarkan formulir di luar stadion. Dengan makin banyaknya anggota yang mendaftar sekitar 7200 anggota, dibentuklah Kordinator Wilayah (Korwil).

Dan sampai pendaftaran terakhir saat ini terdapat lebih dari 30.000 anggota dari 50 Korwil. Setelah diadakan Pemilihan Umum Raya 2005, untuk memilih Ketua Umum yang baru, akhirnya terpilihlah Ketua Umum Baru periode 2005-2007 yaitu Sdr. Hanandiyo Ismayani atau yang bisa dipanggil dengan Bung Danang.

Selasa, 16 Maret 2010

KEKALAHAN PERSIJA JAKARTA

INFO TER UPDATE:

Kekalahan pertama yang di alami PERSIJA JAKARTA setelah 12 partai tidak pernah kalah. Hal ini di sebabkan absen nya 3 punggawa PERSIJA JAKARTA yaitu FIRMAN UTINA, ILHAM, DAN LEONARD yang terkena akumulasi kartu kuning.
Selain itu permainan PERSIJA JAKARTA juga kurang baik antar lini yang menyebabkan PERSIJA JAKARTA takluk 2-0 oleh PERSIPURA JAYAPURA.
Tetapi walaupun PERSIJA JAKARTA kalah kita harus tetap semangat untuk mendukung PERSIJA JAKARTA berlaga. Salam JAKMANIA dari saya JAKMANIA BOGOR.

Senin, 15 Maret 2010

JAKMANIA BOGOR

Sejarah Singkat:
Pada zaman Hindia Belanda, nama awal Persija adalah Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ). Pasca Republik Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan, VIJ berganti nama menjadi Persatuan sepak bola Indonesia Jakarta (Persija). Pada saat itu, Nederlandsch Indisch Voetbal Unie (NIVU) sebagai organisasi tandingan PSSI masih ada.

Di sisi lain, Voetbalbond Batavia en Omstreken (VBO) sebagai perserikatan tandingan Persija juga masih ada. Terlepas dari takdir atau bukan, seiring dengan berdaulatnya negara Indonesia, NIVU mau tidak mau harus bubar, dan merembet ke anggotanya, termasuk VBO. Pada pertengahan tahun 1951, VBO mengadakan pertemuan untuk membubarkan diri, dan menganjurkan dirinya untuk bergabung dengan Persija.

Sempat menjadi jawara di era Perserikatan, klub ini semakin bersinar di era sepakbola profesional, setelah mendapat dukungan dan perhatian yang besar dari Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso kala itu.

Sayang seiring dengan lengsernya pria yang akrab di sapa Bang Yos itu, maka kondisi keuangan Persija menjadi tidak jelas. Hal itu setelah dana Anggaran dan Pendapatan Belaja Daerah [APBD] DKI Jakarta yang selama ini menopang kehidupan tim, tak lagi bisa dinikmati secara maksimal.

Menjelang bergulirnya Superliga Indonesia 2009/10, suasana tak kondusif di dalam manajemen klub membuat kehilangan calon investor. Dampak lainnya, manajemen terlambat memburu pemain. Bahkan untuk kursi pelatih hingga sekarang belum kejelasan siapa yang bertugas. Benny Dollo masih menjabat sebagai direktur teknik Persija sampai tugasnya menjadi pelatih timnas senior selesai.

Pemain Bintang:

- Bambang Pamungkas
Menjadi ikon Persija sampai sekarang. Kendati postur tubuh hanya 171 cm, namun Bambang piawai duel bola atas. Pernah merumput di klub Divisi III Belanda, EHC Norad dan Selangor FC (Malaysia). Walau musim lalu kurang bersinar, namun Bambng tetap merupakan ancaman serius lini pertahanan lawan.

- Baihakki bin Khaizan
Pendatang baru di tim Persija. Selama memperkuat timnas Singapura, Baihakki cukup tangguh mengawal lini belakang. Kehadiran Baihakki di barisan belakang akan semakin memperkokoh tembok pertahanan.

- Abanda Herman
Kepiawaian Abanda dalam mengawal lini pertahanan Persija tidak perlu diragukan lagi. Sejak direkrut dari PSM Makassar, Abanda belum pernah pindah ke klub lain, sehingga menjadi salah satu pemain idola Jakmania. Sosok jangkungnya [192 cm] membuat lawan kesulitan memberikan umpan lambung di jantung pertahanan Persija.

Nama Pelatih:
Beny Dollo

Skuad Pemain:

KIPER – (1) Rony Prasnanto, (22) Frenky Irawan, (31) M. Yasir. BELAKANG – (3) Elvis Nelson, (4) Abanda Herman, (23) Leo Saputra, (6) Baihakki Khaizan, (32) Leonard Tupamahu, (80) Aris Indarto, (14) Ismed Sofyan, (21) Erick Setiawan, (17) Harry Salisburi. TENGAH – (16) Windu Hanggoro, (7) Ramdani Lestaluhu, (8) Salim Alydrus, (9) Fachruddin Mustafic, (11) Agus Indra, (24) Heru Nerli, (27) Richard Ceceres, (81) M. Ilham. DEPAN – (15) Aliyudin, (20) Bambang Pamungkas, (29) T.A. Musyafry.