Selasa, 23 Maret 2010

HAMBATAN PERSIJA JAKARTA


Persija Jakarta diklaim bermasalah dengan kondisi mental amunisinya menjelang bentrok klasik kontra Persib Bandung, Kamis (25/3). Macan Kemayoran mengharap dukungan penuh The Jakmania.

Hingga kini trauma Persija belum sepenuhnya hilang. Ini adalah imbas vonis Komdis PSSI yang memberikan kemenangan cuma-cuma bagi Persiwa Wamena dengan skor 0-3. Keputusan itu diketok sebagai jawaban atas kegagalan panitia pelaksana (panpel) menggelar home ke-11 Macan Kemayoran tersebut.

Beban Bambang "Bepe" Pamungkas dkk bisa menjadi berlipat seandainya komdis tetap memberlakukan kebijakan pengurangan tiga angka.

”Pemain masih kecewa. Mereka belum bisa melupakan keputusan WO (walk out) yang diberikan. Situasi ini tidak menguntungkan mengingat calon lawan berikutnya. Kami sedang berupaya mengembalikan kekuatan mental pemain,” ungkap Asisten Manajer Persija Ferry Indra Syarief kemarin.

Kekhawatiran manajemen sudah terbukti pada home ke-12 Macan Kemayoran. Ditambah tunggakan gaji dua bulan terakhir, mereka ditaklukkan Persipura Jayapura dengan skor 0-2, Selasa (16/3). Bambang Pamungkas dkk terdampar di setrip keenam dengan nilai 35 dari 22 pertandingan. Terpaut lima angka dari Sriwijaya FC yang berada di atasnya, tapi sudah menjalani 24 laga.

Ferry menambahkan, fokus pemain belum sepenuhnya pulih. ”Konsentrasi pemain saat ini sedang buyar. Takutnya mereka terlambat bangkit. Kami tidak ingin kejadian seperti musim lalu terulang. Khusus gaji, akhir bulan ini APBD akan cair. Kemungkinan cair Rp20 miliar, tapi terbagi minimal dua termin,” lanjutnya.

Bepe dkk musim lalu akhirnya terpental dari jalur juara Djarum Indonesia Super League (DISL). Imbas pencekalan izin home Macan Kemayoran karena agenda pemilu. Beban menjadi berlipat karena mereka harus mengejar defisit 16 angka dari pemuncak klasemen saat itu, Persipura, meski menyisakan lima laga.

”Pemain mulai bertanya, mau bermain di mana untuk laga Rabu besok. Kami berharap bisa bermain di Jakarta, kalau bisa dengan penonton. Pemain butuh dukungan penuh suporter. Situasi ini yang nantinya membuat Persija tetap unggul dari Persib,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Panpel Persija Zainul Arifin menyatakan, rapat koordinasi dengan Polda Metro Jaya akan digelar kembali hari ini. Panpel yakin 90% izin akan diberikan plus status dengan penonton. Namun, mereka tetap menolak kehadiran pendukung Persib.

”Kami optimistis izin normal akan keluar di SUGBK. Peluangnya sangat besar. Tapi, kami tidak akan memberikan kuota bagi Viking. Takut terjadi apa-apa,” pungkasnya. [wahyu argia/sindo]

0 komentar: