Kamis, 18 Maret 2010


PERSIJA JAKARTA KALAH WO DARI PERSIWA WAMENA.

Pada tanggal 17 maret 2010, BLI mengumumkan bahwa PERSIJA JAKARTA di nyatakan kalah WO atas tamunya PERSIWA WAMENA. Panpel PERSIJA JAKARTA pun terkena denda sebesar 25 juta rupiah oleh BLI.
Kabar kekalahan W.O (Walk Out) yang diderita oleh Persija atas lawannya Persiwa Wamena akibat panpel Persija yang dianggap lalai tidak dapat menggelar pertandingan tersebut sudah tersiar melalui beberapa media di ibukota baik elektronik maupun cetak.

Rabu, 17 Maret 2010


SEJARAH THE JAKMANIA


The Jakmania berdiri sejak Ligina IV, tepatnya 19 Desember 1997. Markas dan sekretariat The Jakmania berada di Stadion Menteng. Setiap Selasa dan Jumat merupakan rutinitas The Jakmania baik itu pengurus maupun anggota untuk melakukan kegiatan kumpul bersama membahas perkembangan The Jakmania serta laporan-laporan dari setiap bidang kepengurusan.

Tidak lupa juga melakukan pendaftaran bagi anggota baru dalam rutinitas tersebut. Ide ini muncul dari Diza Rasyid Ali, manajer Persija waktu itu. Ide ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Sebagai pembina Persija, memang Bang Yos (sapaan akrabnya)sangat menyukai sepakbola. Ia ingin sekali membangkitkan kembali sepakbola Jakarta yang telah lama hilang baik itu tim maupun pendukung atau suporter.

Pada awalnya, anggota The Jakmania hanya sekitar 100 orang, dengan pengurus sebanyak 40 orang. Ketika dibentuk, dipilihlah figur yang dikenal di mata masyarakat. Gugun Gondrong merupakan sosok paling ideal disaat itu. Meski dari kalangan selebritis, Gugun tidak ingin diberlakukan berlebihan. Ia ingin merasa sama dengan yang lain.

Pengurus The Jakmania waktu itu akhirnya membuat lambang sebuah tangan dengan jari berbentuk huruf J. Ide ini berasal dari Edi Supatmo, yang waktu itu menjadi Humas Persija. Hingga sekarang, lambang itu masih dipertahankan dan selalu diperagakan sebagai simbol jati diri Jakmania.

Seiring dengan habisnya masa pengurusan, Gugun digantikan Ir. T. Ferry Indrasjarief. Ia lebih akrab disapa Bung Ferry. Masa tugas Bung Ferry adalah periode 1999-2001 dan kembali dipercaya untuk memimpin The Jakmania periode 2001-2003, 2003-2005.

Lelaki tinggi, tampan dan sarjana lulusan ITI Serpong inilah yang memimpin The Jakmania hingga 3 periode. Dibawah kepemimpinan Bung Ferry yang juga pernah menjadi anggota suporter Commandos Pelita Jaya, The Jakmania terus menggeliat. Organisasi The Jakmania ditata dengan matang. Maklum, Bung Ferry memang dibesarkan oleh kegiatan organisasi. Awalnya, sangat sulit mengajak warga Jakarta untuk mau bergabung.

Beruntung, pengurus menemukan momentum jitu. Saat tim nasional Indonesia berlaga pada Pra Piala Asia, mereka menyebarkan formulir di luar stadion. Dengan makin banyaknya anggota yang mendaftar sekitar 7200 anggota, dibentuklah Kordinator Wilayah (Korwil).

Dan sampai pendaftaran terakhir saat ini terdapat lebih dari 30.000 anggota dari 50 Korwil. Setelah diadakan Pemilihan Umum Raya 2005, untuk memilih Ketua Umum yang baru, akhirnya terpilihlah Ketua Umum Baru periode 2005-2007 yaitu Sdr. Hanandiyo Ismayani atau yang bisa dipanggil dengan Bung Danang.

Selasa, 16 Maret 2010

KEKALAHAN PERSIJA JAKARTA

INFO TER UPDATE:

Kekalahan pertama yang di alami PERSIJA JAKARTA setelah 12 partai tidak pernah kalah. Hal ini di sebabkan absen nya 3 punggawa PERSIJA JAKARTA yaitu FIRMAN UTINA, ILHAM, DAN LEONARD yang terkena akumulasi kartu kuning.
Selain itu permainan PERSIJA JAKARTA juga kurang baik antar lini yang menyebabkan PERSIJA JAKARTA takluk 2-0 oleh PERSIPURA JAYAPURA.
Tetapi walaupun PERSIJA JAKARTA kalah kita harus tetap semangat untuk mendukung PERSIJA JAKARTA berlaga. Salam JAKMANIA dari saya JAKMANIA BOGOR.

Senin, 15 Maret 2010

JAKMANIA BOGOR

Sejarah Singkat:
Pada zaman Hindia Belanda, nama awal Persija adalah Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ). Pasca Republik Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan, VIJ berganti nama menjadi Persatuan sepak bola Indonesia Jakarta (Persija). Pada saat itu, Nederlandsch Indisch Voetbal Unie (NIVU) sebagai organisasi tandingan PSSI masih ada.

Di sisi lain, Voetbalbond Batavia en Omstreken (VBO) sebagai perserikatan tandingan Persija juga masih ada. Terlepas dari takdir atau bukan, seiring dengan berdaulatnya negara Indonesia, NIVU mau tidak mau harus bubar, dan merembet ke anggotanya, termasuk VBO. Pada pertengahan tahun 1951, VBO mengadakan pertemuan untuk membubarkan diri, dan menganjurkan dirinya untuk bergabung dengan Persija.

Sempat menjadi jawara di era Perserikatan, klub ini semakin bersinar di era sepakbola profesional, setelah mendapat dukungan dan perhatian yang besar dari Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso kala itu.

Sayang seiring dengan lengsernya pria yang akrab di sapa Bang Yos itu, maka kondisi keuangan Persija menjadi tidak jelas. Hal itu setelah dana Anggaran dan Pendapatan Belaja Daerah [APBD] DKI Jakarta yang selama ini menopang kehidupan tim, tak lagi bisa dinikmati secara maksimal.

Menjelang bergulirnya Superliga Indonesia 2009/10, suasana tak kondusif di dalam manajemen klub membuat kehilangan calon investor. Dampak lainnya, manajemen terlambat memburu pemain. Bahkan untuk kursi pelatih hingga sekarang belum kejelasan siapa yang bertugas. Benny Dollo masih menjabat sebagai direktur teknik Persija sampai tugasnya menjadi pelatih timnas senior selesai.

Pemain Bintang:

- Bambang Pamungkas
Menjadi ikon Persija sampai sekarang. Kendati postur tubuh hanya 171 cm, namun Bambang piawai duel bola atas. Pernah merumput di klub Divisi III Belanda, EHC Norad dan Selangor FC (Malaysia). Walau musim lalu kurang bersinar, namun Bambng tetap merupakan ancaman serius lini pertahanan lawan.

- Baihakki bin Khaizan
Pendatang baru di tim Persija. Selama memperkuat timnas Singapura, Baihakki cukup tangguh mengawal lini belakang. Kehadiran Baihakki di barisan belakang akan semakin memperkokoh tembok pertahanan.

- Abanda Herman
Kepiawaian Abanda dalam mengawal lini pertahanan Persija tidak perlu diragukan lagi. Sejak direkrut dari PSM Makassar, Abanda belum pernah pindah ke klub lain, sehingga menjadi salah satu pemain idola Jakmania. Sosok jangkungnya [192 cm] membuat lawan kesulitan memberikan umpan lambung di jantung pertahanan Persija.

Nama Pelatih:
Beny Dollo

Skuad Pemain:

KIPER – (1) Rony Prasnanto, (22) Frenky Irawan, (31) M. Yasir. BELAKANG – (3) Elvis Nelson, (4) Abanda Herman, (23) Leo Saputra, (6) Baihakki Khaizan, (32) Leonard Tupamahu, (80) Aris Indarto, (14) Ismed Sofyan, (21) Erick Setiawan, (17) Harry Salisburi. TENGAH – (16) Windu Hanggoro, (7) Ramdani Lestaluhu, (8) Salim Alydrus, (9) Fachruddin Mustafic, (11) Agus Indra, (24) Heru Nerli, (27) Richard Ceceres, (81) M. Ilham. DEPAN – (15) Aliyudin, (20) Bambang Pamungkas, (29) T.A. Musyafry.